A Trip In Jogja (1)

Hai,
Pada kesempatan kali ini aku mau cerita tentang karyawisata ke Jogja <yey> 
Sebenernya alasan aku buat cerita ini karena
1. Banyak banget poto di Jogja yang sayang banget kalo dinikmati sendiri
2. Want u to know about our trip
3. Memanfaatkan blog yang terlantar
Okeh kita langsung mulai, ehm.

Packing Day

Untuk packing aku lakukan hari Kamis pulang UAS supaya kalo ada barang yang dibutuhkan bisa dibeli hari Jumat karena Sabtu subuh udah otw :v jadi aku saranin kalo mau packing paling lama h-2 okeee. 
Sebagai cewek yang simple <ehm> aku bawa ga ribet-ribet amat. Lalu Jumat tingal beli alat mandi and my koper pun siap :)

Day 1

Aku otw ke Sultan Syarif Qasim II Int'l Airport <hapal> pukul 5.30 dan nyampe disana jam 6 pagi. Itu langit udah agak terang dan di lantai dasar udah penuh anak Kalkud. Waktu dateng aku langsung dihampiri sama bu Erni <nb kepsek> yang berperan sebagai pembina kelompok 1, my team. Dan akulah ketuanya, damn. Aku di tugasin membagi kertas kecil buat tas tulisan merek pesawat kami gitu. 

Pertama kali sadar kalo aku jadi ketua kelompok itu aku pikir bakalan jadi induk ayam yang anak-anak ayamnya lari entah kemana. Pokoknya damn aku nyesek banget jadi ketua, anyway ditambah fakta bahwa aku cewek sendiri. Jadi kelompokku itu anak kelasku yaitu : Alexandre, Franky, Kevin (Ketok), Lukenbill (Acong), Paulo, Yosua, Yudha, and me Hanna. Ditambah 2 anak SMA yang ternyata pas udah di Jogja kumpul sama anak SMA yang lain, so kelompkku sisa anak kelasku aja <9.5> Setelaj lama mengobrol ini itu dan berpeluk-pelukan dengan orangtua kami pun naik ke tempat keberangkatan, passboarding dan langsung masuk ke pesawat. Setelah mencari tempat duduk sesuai tiket tentunya aku langsung duduk. Aku duduk didepan Alex. Pesawat take off pukul 7.50, beberapa menit setelah lagu RAN, sponsor Citilink berhenti. 


Kami sampai di Jogja pukul 10an. Kami masuk ke kedatangan. Pria-pria jahanam itu langsung meleakkan tasnya di lantai dan menyuruhku menjaga tas mereka selama mereka memenuhi panggilan alam. Setelah beberapa menit berdiri sendiri menjaga tas-tas kami pun berjalan ke tempat pengambilan barang bagasi. Ga lama kami pun keluar bandara membawa koper masing-masing.

Kami sudah disambut 2 bus pariwisata. Saat pria-pria kejam itu masuk ke bus 1, aku berhenti dan membuka koper untuk mengeluarkan kamera. Aku di bantu oleh 1 pria yang tumebn tidak kejam aka Franky saat mengambil kamera. Setelah aku memberikan koper kepada bapak pemandu aku masuk ke bus dan mendapati pria-pria kejam itu sudah duduk di kursi depan, mereka menduduki 6 kursi. Di samping Luken dan Alex ada seorang anak SMA yang duduk sendiri. Aku pun duduk disampingnya. And, sayangnya Franky terpaksa duduk dibelakang, sorry for that Frank :v

Bapak pemandu memperkenalkan didirnya dengan nama yang cukup rumit, nama yang Jawa banget. Ia cukup dipanggil dengan nama Om Sugeng. Ia memberitahu nama supir kami yaitu Om Siswanto. Ia akan memandu kami selama 4 hari selama karyawisata. Well, im going to enjoy this trip :)




                 Om Sugeng   Supir

Bu erni                                    Kelas 8
Ce Grace & aku                      Luken & Alex
Paulo & Yosua                        Yudha & Ketok

Posisi duduk v: ^^^


Karena jadwal tempat tujuan dirombak maka tempat pertama adalah Keraton Yogyakarta <yey> kami turun di parkir bus karena bus gak bisa masuk ke area keraton maka kami lanjut naik sejenis APV per team ke keraton.

Sesampainya di keraton kami ga langsung masuk, kami tunggu semua rombongan tiba dulu. Disana team ku mulai bercanda hal lucu sampai hal garing. Akhirny kami masuk dan membelu tiket izin memoto dengan harg 1000 rupiah per perangkat. Aku beli 3 untuk teamku menggunakan dana Yudha dan Franky. 
Kami dituntun oleh tourguide keraton. Ia mulai bercerita hal yang hanya kudengar sedikit. Disana team ku langsung mencari AC tiap kali masuk 




 

Post kali ini murni tentang perjalanan karyawisata ke Jogja, jadi mungkin aku akan meyantumkan kisah yang diceritakan oleh pemandu di keraton atau di tempat lainnya 

Fyi : poto yang bertiga itu ada gambar sultan yang kata pemandunya kalo diliat dari sisi kiri ntar matanya ke arah kiri juga begitu pula dari sisi kanan


Ketika suatu saat kalian ke Keraton :
-Bakalan disambut oleh banyakkk pedagang. Pedagang tongsis, powerbank, charger, kacamata hitam, air dingin, mainan, sulap, snack dan hal lain yang mungkin kalian sangat butuhkan
-Membeli tiket izin perangkat untuk foto
Dan jangan heran kalo di Keraton ada bule. Well, Keraton ternyata juga menjadi suatu destinasi orang luar negri. Kalian juga bakal nemuin anak-anak sekolah yang masih pakai seragam datang ke Keraton. 

Kenapa Jogja disebut daerah istimewa ?
Pak Sugeng menjelaskan bahwa, DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) adalah satu-satunya provinsi di NKRI yabg masih memiliki kerajaan di dalamnya. Jadi di dalam keraton itu masih tinggal warga kerajaan beserta pelayan yang banyak. Selain itu, alasan daerah ini disebut istimewa karena pada tanggal 3 Januari 1946 Indonesia dan ibukota mengalami masa yang darurat. Presiden saat itu, Ir Soekarno memutuskan agar pusat pemerintahan dipindahkan ke Jogja karena dianggap sebagai daerah yang aman dari gangguan Belanda serta memiliki fasilitas yang memadai. Selama 2 tahun Indonesia yang masih muda mengatur pemerintahan. 
Dan ternyata DIY tidak melakukan pemilihan gubernur, maka dari itu gubernur DIY dipilih langsung. Maka jarang terjadi keributan di DIY. 
Jogja or Yogya ?
Sesungguhnya nama asli daerah ini adalah Jogja. Tetapi Belanda tidak dapat mengucapkan huruf 'J' yang akan selalu terdengar sebagai huruf 'Y' maka mereka memutuskan daerah ini disebut Yogyakarta. Yang pada dasarnya tetap memiliki makna yang sama. Sekalipun Belanda menyebutnya Yogyakarta, masyarakat dulu tetap bebas menyebut daerah ini Jogjakarta. So Jogja or Yogya, both are true.

Seharusnya kami lebih lama lagi berada di keraton tetapi karena kondisi perut yang tidak memungkinkan maka waktu dipersingkat dan kami pun menuju tempat makan siang. Makan siang pertama adalah ayam bakar dengan sambel yang super pedas. dan pria-pria kejam terlihat sangat menikmati sambel ekstra pedas tersebut.

Di pintu luar rumah makan terdapat pedagang oleh-oleh. Seperti sendal, gelang, kalung, gantungan kunci dna kaos. Beberapa dari kami membeli barang-barang tersebut. Kemudian kami menaiki bus dan menuju ke Pengrajin Perak Buatan Tangan. Disana dijelaskan secara rinci tentang alat pembuat kerajinan, bagaimana cara merawat perah dengan benar dan melihat perak-perak itu dijual.

Kerajinan disana tidak diukur dengan banyak perak yang digunakan melainkan berdasarkan tingkat kesulitan membuat perah tersebut. Perak-perak tersebut sangat mengagumkan. Sayangnya harganya tidak sesuai dengan kantong pelajar. Hiasan dinding ukuran kecil bisa mencapai belasan juta :v 


Selain perak disana juga terdapat kerajinan dari kayu berupa kipas, congklak, wayang, hiasan kulkas, hiasan meja, dll. Disana juga terdapat coklat dan mainan tradisional. Disamping tempat kerajinan perak terdapat toko yang menjual kopi. Dari kopi hitam sampai kopi luwak terdapat disana. Di halaman luar terdapat kandang musang dan luwak. 


Luken, Alex, Yudha, aku

After that kami menuju Pantai Parangtritis. Selama perjalanan kami disampaikan agar tidak berenang karena ombak yang besar dan dasar pantai yang dalam. Kami berkali-kali diingatkan. Di Pantai Parangtritis ini pula terdapat legenda Nyi Roro Kidul yang beberapa kita pasti sudah mengetahui cerita tersebut. 

Sesampainya di pantai, aku menyruh temanku yang baik hati yang tumben gak kejam aka Paulo untuk membawa kamera. Well kalau aku yang pegang otomatis i wont get photos :) bagi yang memakai sepatu disuruh melepas sepatu dan bagi yang memakai sendal diberi kebebasan mau dilepas atau dipakai. Aku memutuskan melepaskan sendalku. Kami hanya melihat pemandangan pantai, merasakan udara disana dan berfoto. dan tumbennya anak kelasku gak susah disuruh photo. Kemudian kami makan malam, ikan bakar.





Jarak dari Parangtritis ke hotel sebenernya cukup ditempuh dalam waktu 30 menit tetapi karena saat itu malam minggu, jalanan Jogja dipenuhi lautan cahaya dan deru kendaraan bermotor maka bus pariwisata kami yang besar terjebak macet dan sampai di hotel pukul 8.50 ( hampir lebih 1 jam dari perkiraan awal). Di hotel murid-murid disuruh langsung mandi dan tidur karena perjalanan esok akan di mulai pukul 8 pagi. 


Bonus :



From left to right :

(What Yudha and Ketok done in the bus)
(Very gak sopan thing ever)
(What boys done in their room)


Komentar

  1. Selamat malam, kak! Kami dari Pos Lasak mengirimkan Anda sebuah hadiah karena Anda telah memenangkan lomba makan teman. Silakan buka hadiah Anda di www.linkberkata.esy.es/home.html

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

A Trip In Jogja (3)

Gelombang Bono Riau

Gratis Buku Pelajaran