Gelombang Bono Riau

Semester akhir kelas 9 kami diberi tuga membuat makalah tentang potensi wisata di Indonesia. Saya adalah anggota kelompok Cut Nyak Dien yang beranggotakan 5 orang. Kami memilih Bono di Riau dan untuk mendapatkan nilai sempurna kami wajib mempublikasiahan wisata tersebut. Karena dengan begitu secara tidak langsung, kami generasi muda sudah menginfokan kepada banyak orang tentang potensi di Indonesia. 

Sebelumnya saya berniat memposting seluruh isi makalah. tetapi saya berubah fikiran dan hanya akan memposting isinya saja. karena memposting keseluruhan akan terkesan membosankan dan berpotensi tidak dibaca :[

oke, ayo kita mulai :)


Indonesia kaya akan keragaman wisata alam. Sayangnya yang sangat berkembang dan mencolok hanya sebatas pulau bali dan jawa. Hal ini menyebabkan wisata disana dikenal diseluruh Indoesia bahkan diseluruh dunia. Teryata Riu memiliki wisata yang sangat menakjubkan, wisata air bono. Bono hanya terdapat di dua negara di dunia, salah satuunya Indonesia. Sudah sepatutnya kita bersyukur dan melestarikan wisata tersebut selaku warga Indonesia khususnya masyarakat bumi melayu Riau.


PENGERTIAN BONO

Bono adalah gelombang atau ombak yang terjadi di Muara Sungai Kampar, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Indonesia. Ombak Bono Sungai Kampar merupakan suatu fenomena alam akibat adanya pertemuan arus sungai menuju laut dan arus laut yang masuk ke sungai akibat pasang.

Biasanya ombak atau gelombang hanya terjadi di tepi pantai atau laut ataupun danau yang luas akibat perubahan arus air dan angin. Ombak yang berukuran cukup besar banyak dimanfaatkan untuk bermain selancar. Maka, jika melihat orang berselancar di pantai adalah suatu hal yang sudah biasa. Tetapi melihat orang berselancar di arus sungai adalah suatu hal yang luar biasa. 

Bono terbesar biasanya terjadi ketika musim penghujan dimana debit air Sungai Kampar cukup besar yaitu sekitar bulan November dan Desember.

LEGENDA BONO

Menurut kepercayaan warga, gelombang Bono yang ada di sungai kampar adalah Bono Jantan, sementara Bono betinanya berada di daerah Sungai Rokan, dekat dengan Kota Bagansiapi-api. Bono di kuala kampar tersebut berjumlah tujuh ekor, dimana bentuknya serupa kuda yang biasa disebut dengan Induk Bono. Pada musim pasang mati, Bono ini akan pergi ke Sungai Rokan untuk menemui Bono betina. Kemudian bersantai menuju ke Selat Malaka. Itulah sebabnya ketika bulan kecil dan pasang mati, Bono tidak ditemukan di kedua sungai tersebut. Jika bulan mulai besar, kembalilah Bono ketempat masing-masing, lalu main memudiki sungai Kampar dan sungai Rokan. Semakin penuh bulan di langit, semakin gembira Bono berpacu memudiki kedua sungai itu. 

Muara Sungai Bono yang disebut penduduk sebagai KUALA KAMPAR memiliki ombak Bono yang dapat mencapai ketinggian 6-10 meter terkandung keadaan pada saat kejadian. Menurut cerita Melayu lama berjudul “ Sentadu Gunung Laut ”, setiap pendekar Melayu pesisir harus dapat menaklukkan ombak Bono untuk meningkatkan keahlian bertarung mereka. Hal ini dapat masuk akal karena "mengendarai" Bono intinya adalah menjaga keseimbangan badan, di luar masalah mistis.

Dahulu, karena masih ada sifat mistis di lokasi tersebut, maka untuk mengendarai Bono harus dengan upacara "semah" yang dilakukan pagi atau siang hari. Upacara dipimpin oleh BOMO atau Datuk atau tetua kampung dengan maksud agar pengendara Bono selalu mendapat keselamatan dan dijauhkan dari segala marabahaya. Selain itu ada cerita mistis ( mungkin ) yang berhubungan dengan gelombang Bono ini yaitu cerita tentang BANJIR DARAH DI MEMPUSUN atau MEMPUSUN BERSIMBAH DARAH dan terbentuknya Kerajaan Pelalawan 1822 Masehi.

Sekarang, masyarakat sekitar Kuala Kampar menganggap Bono sebagai “ sahabat alam ”. Penduduk yang berani akan “ mengendarai ” Bono dengan sampan mereka tidak dengan menggunakan papan selancar pada umumnya. Mengendarai sampan di atas ombak Bono menjadi suatu kegiatan ketangkasan. Tetapi kegiatan ini memiliki risiko tinggi karena ketika salah mengendarai sampan, maka sampan akan dapat dihempas oleh ombak Bono, tak jarang yang sampannya hancur berkeping-keping.

Masyarakat sekitar memiliki cerita-cerita dongeng yang istimewa terkait dengan adanya gelombang Bono tersebut. Ada banyak cerita dan kepercayaan dari masyarakat lokal yang menjadikan peristiwa alam yang langka tersebut kian istimewa. Menurut cerita masyarakat Melayu lama, ombak Bono terjadi karena perwujudan 7 ( tujuh ) hantu yang sering menghancurkan sampan maupun kapal yang melintasi Kuala Kampar. 

Ombak besar ini sangat menakutkan bagi masyarakat sehingga untuk melewatinya harus diadakan upacara semah seperti yang telah disebutkan di atas. Ombak ini sangat mematikan ketika sampan atau kapal berhadapan dengannya. Tak jarang sampan hancur berkeping-keping di hantam ombak tersebut atau hancur karena menghantam tebing sungai. Tak sedikit kapal yang diputar balik dan tenggelam akibanya.

Menurut cerita masyarakat, dahulunya gulungan ombak ini berjumlah 7 ( tujuh ) ombak besar dari 7 hantu. Ketika pada masa penjajahan Belanda, kapal-kapal transportasi Belanda sangat mengalami kesulitan untuk memasuki Kuala Kampar akibat ombak ini. Salah seorang komandan pasukan Belanda memerintahkan untuk menembak dengan meriam ombak besar tersebut. Entah karena kebetulan atau karena hal lain, salah satu ombak besar yang kena tembak meriam Belanda tidak pernah muncul lagi sampai sekarang. Maka sekarang ini hanya terdapat 6  ( enam ) gulungan besar gelombang ombak Bono. 

Tujuh Hantu adalah 7 ombak Bono dengan formasi 1 di depan dan diikuti dengan 6 gelombang di belakangnya. Karena 1 ombak terbesar telah dihancurkan Belanda sehingga ombak Bono besar hanya tersisa 6 ombak dengan formasi hampir sejajar memasuki Kuala Kampar. Mengenai kapal Belanda dan orang-orangnya tidak pernah diketemukan sampai sekarang.

TINJAUAN ILMIAH BONO

Gelombang Bono atau Ombak Bono atau Bono Wave yang merupakan suatu fenomena alam, secara sederhana dapat disampaikan bahwa terjadinya Ombak Bono adalah pertemuan arus pasang air laut dengan arus sungai dari hulu menuju muara ( hilir ). Di dalam kajian Lingkungan Mekanika Fluida ( Environmental Fluid Mechanics ), Bono disebut Tidal Bore atau Bore/Aegir/Eagre/Eygre.

Secara ilmiah, gelombang Bono merupakan salah satu peristiwa alam yang cukup langka dan jarang terjadi. Dimana kita akan menyaksikan sebuah gelombang besar yang layaknya terjadi di tengah laut, namun ini terjadi di sebuah sungai air tawar.

Gelombang Bono terjadi diakibatkan benturan tiga arus air yang berasal dari Selat Melaka, Laut Cina Selatan dan aliran air Sungai Kampar. Akibat benturan ini, menjadikan gelombang air di muara sungai Kampar bisa mencapai ketinggian 4-5 meter dengan ditandai sebelumnya dengan suara gemuruh yang hebat. Ini merupakan fenomena ilmiah yang akan dipercayai oleh kaum intelektual saja.


FAKTOR PENYEBAB TIMBULNYA OMBAK BONO

Ø  Aliran air sungai menuju muara
Ø  Hujan
Ø  Air pasang
Ø  Posisi bulan
Ø  Tinggi rendah kedalaman air

Ø  Lingkungan hutan sekitas Daerah Aliran Sungai ( DAS )

LOKASI BONO

Desa Teluk Meranti, Ombak Bono Sungai Kampar biasanya akan membesar dan bisa dijadikan untuk kegiatan berselancar di lokasi sekitar Pulau Muda, ataupun di Muara Sungai Serkap menuju ke Desa Teluk Meranti.


CARA MENUJU LOKASI

Ø  Untuk menuju Lokasi Bono Sungai Kampar saat ini masih susah-susah mudah karena untuk mendapatkan kendaraan umum belum banyak tersedia, sehingga perlu menyewa mobil rental yang ada di Pangkalan Kerinci.

Ø  Lokasi Bono Sungai Kampar ini dari Pekanbaru dapat dicapai dengan 2 cara 

Ø  Jalan Darat Pekanbaru - Pangkalan Kerinci - belok kiri di Simpang Bunut - masuk ke jalan poros Bono - Desa Teluk Meranti

Ø  Jalan Air Kendaraan Darat dari Pekanbaru - Pangkalan Kerinci - dari Jembatan Pangkalan Kerinci dilanjutkan dengan menggunakan speed boat ke Desa Teluk Meranti ataupun Desa Pulau Muda.

WISATA


Bagi penyuka fotografi, dapat memotret bangunan rumah panggung yang sangat khas melayu dan pemandangan alam yang masih sangat indah dan alami. Selain itu, dapat juga memancing sambil menikmati pemandangan yang sangat menakjubkan. Bercengkerama dengan penduduk lokal pun bisa menjadi sebuah hal menarik yang bisa dilakukan. Melihat dan menyaksikan aktivitas para nelayan, khususnya pada pagi hari menjadi sebuah pengalaman yang sangat humanis dan tak terlupakan. Jangan lupa untuk menyaksikan pagelaran seni yang biasanya digelar di gedung serbaguna yang ada di sana. Masyarakat dan penduduk lokal memang terkenal sangat ramah. Menikmati aneka pertunjukan seni seperti permainan pencak silat dan permainan alat musik seperti gendang dan kompang akan menjadi sarana untuk melepas kepenatan.

TEMPAT BONO

1.    BONO SUNGAI ROKAN ( KABUPATEN ROKAN HILIR )

Mengapa Bono Sungai Rokan Harus Dikunjungi dan Apa Daya Tarik Bono Sungai Rokan ?
1. Bono ini merupakan gelombang yang sangat besar dan merupakan fenomena alam yang indah.
2.  Bono Sungai Rokan merupakan objek wisata yang menarik dan merupakan daya tarik turis mancanegara untuk mengunjunginya. 




Bono Sungai Rokan merupakan gelombang yang sangat besar, dengan menyatukan gelombang laut, kemudian gelombang tersebut menghempas ke muara Sungai Rokan serta melintas menyisir bibir Sungai Rokan. Para pelaut dan nelayan sangat takut kepada Bono. Jika salah hitungan bisa jadi mangsa si Bono. Namun ketakutan yang dirasakan seakan-akan hilang ketika melihat masyarakat setempat bermain dengan Bono, dengan mesra, canda dan tawa masyarakat setempat naik di atas punggung Bono, hal ini dapat kita nikmati di tepi Sungai Rokan.

2.    BONO PELALAWAN ( KABUPATEN PELALAWAN )

Mengapa Bono Pelalawan Harus Dikunjungi dan Apa Daya Tarik Bono Pelalawan?
1. Bono ini merupakan gelombang yang sangat besar dan merupakan fenomena alam yang indah.
2. Bono Pelalawan merupakan gelombang laut yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan berenang, memancing, naik sampan, dan berselancar.
3. Bono Pelalawan juga sebuah gelombang laut yang dapat dijumpai rata-rata 2 kali dalam 1 bulan




Terletak di Desa Teluk Meranti, sepanjang Sungai Kampar. Bono adalah fenomena alam yang datang sebelum pasang. Air laut mengalir masuk dan bertemu dengan air Sungai Kampar sehingga terjadi gelombang dengan kecepatan yang cukup tinggi, dan menghasilkan suara seperti suara guntur dan suara angin kencang.

Pada musim pasang tinggi, gelombang Sungai Kampar bisa mencapai 4-6 meter, membentang dari tepi ke tepi menutupi seluruh badan sungai. Peristiwa ini terjadi setiap hari. Hal yang menarik dari objek wisata ini adalah kegiatan berenang, memancing, naik sampan dan kegiatan lainnya.


Saya dan kelompok saya benar-benar berharap pembaca sekalian dapat terinspirasi dan lebih mencintai wisata negara kita daripada keluar negri. Saya harap kita selaku masyarakat Indonesia, khususnya Masyarakat Riau bersyukur, menjaga dan terus melestarikan wisata ombak bono ini. 

Thankyou from,
Hanna, Clarabelin, Stephen, Peter, Yudha :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A Trip In Jogja (3)

Gratis Buku Pelajaran