A Trip In Jogja (2)

Hai,

Day 2
Teman sekamarku, Jennifer, Kristin dan Grace bangun lebih pagi daripada aku. Aku mendapat giliran mandi terakhir dan kami keluar kamar sekitar pukul 6.30. Sebelum keluar kamar aku memastikan koper terkunci, pakaian kotor tersimpan dalam plastik putih disamping koper yang terlertak di dekat pintum and last, memastikan kalo baju biru (baju serangam) terletak di meja disamping TV untuk di laundry. 

Sarapan setiap hari dilakukan di hotel. Menu tiap pagi berbeda-beda tapi selalu disediakan kopi, teh, jus, air putih dan roti bakar. Anyway selama di Jogja aku minum teh tiap hari :/



Today's dresscode : red. Alasannya supaya kita mudah dicari kalo-kalo ngacir ketika suasana ramai. Sebelum melanjutkan acar hari ini, kami renungan pagi di bus. Setelah renungan - tentang menjadi anak Allah - guru menyampaikan beberapa hal kepada kami. 

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Jojga T-Shirt. Jogja T-Shirt adalah tempat yang menjual kaos sablon yang keseluruhannnya dibuat secara manual. disana juga terdapat tempat pembuatan sablon kaos. Kami debrikan informasi seputar pembuatan kaos sablos disana. 

Guru MTK dan Guru B.Ind
Fyi : 
Untuk kaos oblong biasa untuk orang dewasa harga dimulai 47.500 ukuran S dan naik 2.500 tiap ukuran. M 50.000, L 52.500, XL 55.000, dst. disana aku sendiri beli 4 baju. Ukuran tokonya besar dan ada tempat duduk-duduk. Toko itu memiliki 2 lantai, pencahayaan toko itu didominasi lampu kuning terang. Selain baju disana juga dijual tas. Semuanya bercorak Jogja. 

After that, kami otw Candi prambanan <akhirnyaa> disana aku memakai kacamat badai yang kubeli bersama rekan-rekan tersayang di Pantai Parangtritis. setelah beberapa menit menunggu akhirnya kami dapat tiket masuk ke Candi Prambanan

Jujur aku excited sekali liat candinyaaa v: Candi Prambanan tu besar dan mengagumkan. Hal yang ga pernaha ku temui di Pekanbaru .-. Jadi sebenarnya candinya ada banyak cuma karna gempa di Jogja beberapa tahun yang lalu candi ini pun direnovasi seperti sekarang. sekarang punmasi banyak tumpukan bebatuan yang belum diperbaiki. tapi tetep da best :)

Yudha, aku, Franky
Franky, Alex, Ketok, Yudha, Yosua, Luken, aku (- paulo)
 




Kepadatan Candi
Reruntuhan candi


Franky
Paulo
Only one 'smile pict' by Luken
Guru MTK with 'slim' POOH
Hasil poto 10.000
fyi :
-pas baru masuk (seperti tempat lainnya) kalian langsung disambut penjual tongsis, poto, dan rekan-rekan mereka yang lain. Tips aku, kalo kalian kesana dlaam rangka karyawisata jangan teralih sama pedagang-pedagang karena kalian kan sama rombongan yang mengharuskan kemana-mana tu sepaket. Jangan buat temen kalian nunggu, ok.
-harga dipotoin dan langsung cetak adalah 10.000 per lembar.
-di sekitar candi itu pasir jadi menurutku lebih baik pake sepatu atau flat shoes 
-karena panas aku saranin kalian pake topi. Kalo jaket bakal merusak penampilan kalian waktu poto-poto

Setelah ituuuuu... kami diumumkan agar keluar candi. selama perjalanan keluar (jalan kaki ke parking are) kami melewati banyak kios oleh-oleh yang terpaksa tidak kami hampiri karena waktu yang terbatas. Kami juga sempat menyaksikan pertunjukan kuda lumping.

Kami makna siang di resto. Dan sebuah insiden terjadi. Salah satu teman sata menjatuhkan gelas kaca. Pecahan gelas dibersihkan oleh guru matematika kami, kemudian kami diberitahu akhir gelas tersebut. Apakah diganti rugi atau bagaimana.



Guru IPA dan B.Ind


Baron View
Perjalanan menuju Pantai Baron ditempuh selama 2 jam. Karena parking area sudah penuh kami pun berjalan kaki sekitar beberapa ratus meter ke pantai. Aku kecewa banget sama tujuan kali ini. Well, kalo dibandingakan Parangtritis jauh lebih besar dari Baron. Saat itu hari Minggu dan besoknya, Senin merupakan tanggal merah. Pantai itu sangat padat dan tidak menjadi tempat yang rileks. Ombaknya juga tiba-tiba bisa sangat tinggi akibatnya celana kita bisa basah tanpa disangka. 

Selain itu seringkali tikar pengunjung yang sudah dipasang jauh tetap terkena ombak yang tiba-tiba saja melonjak tinggi. So, aku kasi saran buat kalian yang suatu saat ada niat ke Baron pastiin kalian dateng bukan libur panjang or weeked. Kalo kalian ke Jogja hari libur aku saranin jangan ke tempat wisata yang kecil. Dan pastiin tikar tempat barang-barang kalian jauuhhhhhhhhh dari air pantai. Dan saru lagi, bawa pakaian ganti beserta dalamannya karena ombak bisa kapan saja membasahi kakimu ;)

Fyi :
Kalau kalian gak membawa baju ganti, kalian terpaksa beli di kios-kios terdekat. Karena kalian sangat butuh, pedagang bisa saja memanfaatkan keadaan dan menaikkan harga abrang. Intinya, bijak sebelum berwisata guyss :)
Perjalanan menuju tempat makna memakan waktu 2 jam.
Kami akan makan malam di suatu tempat yang menyajikan memandangan kota Jogja dari atas. And thas really wonderful. Btw, disini kami disuguhi ayam, sup, sambel super pedes (lagi) dan teh (yang selalu ada)


Diperjalanan menuju hotel Om Sugeng memutarkan lagu beserta video klipnya. Anak kelasku ikut bernyanyi dari lagu motivasi sampai lagu bertema cinta ()


"Apapun yang terjadi ku kan slalu ada untukmu.."
"Aku sedang ingin ber***ta karena mgkn ada.."
Bonus :
Ce Grace and me



Komentar

Postingan populer dari blog ini

A Trip In Jogja (3)

Gelombang Bono Riau

Gratis Buku Pelajaran